Sobat tahukah kau,
Aku diam-diam memperhatikanmu?
Sobat tahukah kau,
Aku kan selalu ada waktu untukmu?
Sobat tahukah kau,
Aku kan slalu memenuhi permintaanmu?
Sobat tahukah kau,
Aku sangat bahagia jika melihatmu bahagia?
Sobat tahukah kau,
Aku sangat sedih jika melihat wajahmu yang murung
Seolah menyimpan beribu masalah?
Sungguh aku tak sanggup mengakui itu semua
Karena aku tahu kau tak mengharapkan kehadiranku
Untuk: MB
Kamis, 26 Maret 2009
Rumah Itu

Dari kejauhan aku melihat rumah
Yang begitu indah nan mempesona
Rumah yang mampu memikat hatiku
Dan menimbulkan hasratku tuk memilikinya
Aku pun berlari tuk mencapai rumah itu
Namun,aauwh...cairan merah jatuh
Menetes ke tanah
Ya...duri tlah tertancap di kaki ini
Spontan,air mata ini pun jatuh
Bagaikan es yang meleleh
Dan disertai jeritan di hati
Apakah ini bertanda bahwa aku takkan mencapainya
Terlalu banyak rintangan yang harus kulalui
Sedang aku tak punya kekuatan yang besar
Tuk menghadapi rintangan itu
Dan angin pun menghembus menerpaku
Dan berbisik"kau kan mendapatkan rumah itu,
Namun itu hanya terjadi dalam mimpimu
Dan tidak untuk di alam nyatamu"
Perlahan terdengar suara angin menertawaiku
Hingga akhirnya angin pun kembali ke kediamannya
untukmu yang jauh di sana
Bintangku

Angin,adakah kau dapat berbicara
Jika iya ,sampaikan pada bintangku di atas sana
Bahwa aku terpesona padanya
Sampaikan pada bintangku

Bahwa aku kagum padanya
Karena sinarnya yang telah menerangi hidupku
Sampaikan padanya bahwa aku terhibur olehnya
Sampaikan terima kasihku padanya
Dan terakhir sampaikan padanya bahwa aku membutuhkannya
Kamis, 05 Maret 2009
Langganan:
Postingan (Atom)


